Dialog Eyang & Cucu

Eps. 15 | Rahasia Memaafkan (2/3)


CUCU

Lho kan lagi Nyawal Mbah?!

MBAH

Oh ya… Ok, siapa bilang orang yang dizhalimi, dikhianati, ditipu, jadi terpuruk… susah hidupnya. Mereka yang terpuruk itu adalah mereka yang mudah menyerah. Mbah mau tanya, kalau kau terjatuh atau dijatuhkan kau berdiri lagi atau tidak?

CUCU

Itu sih jawabnya jelas berdiri lagi, Mbah.

MBAH

Mbah sekarang tidak akan membahas itu. Sekarang kita bicara masalah memaafkan. Kalau ada benda yang kau "kira" bermanfaat tapi sangat panas apakah akan kau simpan di kantongmu?

CUCU

Ngapain nyimpan benda panas yang belum jelas manfaatnya?!

MBAH

Dendam yang kau simpan di hati itu seperti api dalam sekam. Setiap kau ingat kejadian itu, suasana hatimu jadi tidak enak, wajahmu jadi muram, ucapanmu tiba-tiba berubah kasar, detak jantungmu menjadi lebih cepat, otakmu akan mengeluarkan macam-macam hormon yang saling menetralkan, akibatnya badanmu jadi tidak karuan… lesu, dll. dsb. Rentetannya sangat banyak. Kau yang biasa bersemangat, tiba-tiba menjadi tidak produktif. Masih banyak lagi hal-hal lain yang sangat membahayakan.

CUCU

Tapi cara menghilangkan dendam itu gimana Mbah?

MBAH

Cara yang pertama yang harus kau lakukan, adalah mencari hikmah dari kejadian itu. Semua kejadian buruk yang menimpamu pasti ada hikmahnya.

CUCU

Kalau tidak ada gimana Mbah?

MBAH

Pasti ada! Semakin kau renungkan, semakin banyak hikmah yang kau raih. Semakin banyak hikmah yang kau raih, kau akan menjadi semakin tegar. Boleh jadi pada akhirnya, kau bukannya bersedih, tapi malah bersyukur karena merasa beruntung dengan kejadian itu. Bahkan terkadang kau merasa, bahwa seharusnya kau berterimakasih kepada orang yang telah menzhalimimu itu. Tapi tentu itu tidak kau lakukan, karena saat itu, melihat mukanya aja kau bisa muak. 😂

CUCU

Ini tentunya untuk orang yang mau bangkit kembali ya Mbah, bukan orang yang lebih senang meratapi nasibnya?

MBAH

Benar… persis… Mbah punya cerita nyata. Mau mendengarkan?

CUCU

True story ya Mbah?

MBAH

(Oopo kae… ra mudeng) Ya ya stori tu. Dulu di Yaman ada seorang kiai diminta untuk mengurus harta janda dan anak yatim oleh sultan di daerahnya. Ia menolak. Sultan itu berulang kali memintanya tapi selalu ditolak. Sang sultan marah lalu memerintahkan hamba sahayanya untuk membunuh si kiai. Kata sultan, “Bunuh kiai itu, kalau tidak berhasil, kau yang kubunuh!” Si hamba sahaya setiap hari mengikuti sang kiai, mencari kesempatan untuk melaksanakan niatnya. Suatu hari sang kiai keluar ke pinggir kota, bersilaturahim kepada salah seorang temannya. Ketika beliau keluar dari rumah temannya, hamba sahaya itu mendekat, dan menembak sang kiai. Peluru melesat menembus dada sang kiai.

CUCU

Terus bagaimana Mbah?

MBAH

Sang kiai terhuyung-huyung dan terjatuh. Ia sempat melihat si penembak dan memaafkannya.

CUCU

Mbah, mengapa perbuatan sekeji itu dimaafkan Mbah?

MBAH

Coba kau pikir, kira-kira apa yang sedang terjadi? Sekarang ini kita sedang mencoba memahami cara berpikirnya orang saleh.

Bersambung...


Artikel Lainnya

Eps. 16 | Rahasia Memaafkan (3/3)

Yang menjadi timbangan dari semua perbuatan orang saleh adalah keridhaan Allah. Kalau mereka menghadapi persoalan yang pelik, mereka merenungkan bagaimana yang kira-kira akan Nabi Saw lakukan pada kedudukannya.

Eps. 14 | Rahasia Memaafkan (1/3)

Menyimpan marah secara lahiriah sangat merugikan kesehatan, dan secara batiniah bisa menimbulkan dosa-dosa lain yang sangat banyak...

Eps. 13 | Gangguan Makhluk Halus (2)

Manusia yang berhati baik akan menarik banyak hal baik, yang berhati busuk akan menarik hal-hal yang busuk juga. Jadi kalau kita mau kehidupan yang lebih baik, kita harus lebih dahulu berubah menjadi lebih baik...

Eps. 12 | Gangguan Makhluk Halus (1)

Makhluk halus itu ada di setiap sudut rumah. Kalau penghuni rumahnya saleh, maka jin yang tinggal di situ juga jin yang saleh, bahkan di antara mereka ada yang selalu beribadah kepada Allah...

Eps. 11 | Misteri Lailatul Qodar

Orang yang selalu sibuk dengan aib-aib dirinya sendiri, dan menjaga hatinya mempunyai kesempatan besar untuk meraih malam mulia ini...

Eps. 10 | Jati Diri Manusia (3) | Manusia Bukan Apa-Apa

Kasih sayang Allah kepada kita seperti jagat raya. Meski kita ini sangat kecil dan hina tapi Allah masih mau menyapa kita dengan santun...

Bagaimana reaksimu setelah membaca artikel ini?